Dear Boss, I Quit!

Dear Boss, I Quit!

  • WpView
    Membaca 593,129
  • WpVote
    Vote 69,023
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 15, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
[Tersedia di Karyakarsa dan Google playbook] Aku ingin merokok, mencicipi minuman beralkohol, mentato tengkukku biar terlihat keren seperti Shan Cai. Punya teman kencan. Ciuman yang membangkitkan gairah, and then, having sex jika memungkinkan. Tapi satu hal yang harus ingin kulakukan lebih dulu adalah keluar dari tempat kerjaku yang sekarang. Tapi semua rencanaku itu digagalkan oleh satu nama. Kodanil!! A.k.a si boss Rese!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#303
lovehate
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Customer Sharelove (Sudah Terbit)
  • Fauxbae'ing | TAMAT ✔
  • Guilty Love
  • SERSAN KU
  • Cigarette And Eylener [Terbit]
  • Office Hours
  • COMEBACK MANTAN [TAMAT]

SEBAGIAN PART CERITA INI DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN. *** Gue pikir, Caka sama saja dengan pelanggan lain yang datang buat protes, marah-marah, lalu pergi. Namun ternyata, dia berbeda. Dia datang, marah-marah, lalu kembali. Kadang-kadang, gue suka ngerasa heran sama pelanggan yang sok berkuasa. Kasir minimarket juga manusia, bukan merek rokok yang 'sempurna'. Masalahnya, setelah pertemuan pertama dengan Caka, gue justru menunda perasaan aneh. Jangan bilang-bilang ya! Sebenarnya, gue jatuh cinta sama Caka. Wajar sebenarnya, soalnya dia menawan. Mirip Oppa-oppa ganteng yang gue tonton di Drama Korea. Beda jauh sama si Daffa, kepala toko gue. Aduh, kalau dibandingkan sama si Ulet Bulu mah jelas kalah jauh. Udah nyebelin, wajah juga nggak ganteng-ganteng amat. Pertemuan pertama dengan Caka di depan meja kasir, berakhir dengan sebuah pengakuan di depan bokap Caka bahwa gue adalah pacarnya. Jelas gue senang. Tapi setelah itu, muncul rahasia-rahasia yang membuat gue harus memutuskan antara maju, atau mundur. Apalagi setelah gue merasa bahwa Caka hanya ilusi. Dia begitu manis, tapi ternyata menikam dari belakang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan