[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! ]
Bagaimana rasanya saat kamu terjebak dalam friendzone menggangap dia teman tapi, kamu malah dianggap musuh sendiri, sungguh tak adil! Itulah yang dirasakan oleh Jinar Angkara! Pahit dan manis kisah percintaannya dengan kekasihnya, begitu banyak teka teki yang tidak diketahui oleh gadis ini semenjak kepergian sang bunda.
Garta Diptama, laki laki yang memiliki darah keturunan Eropa, parasnya yang sempurna bahkan dijuluki sebagai the most wanted di SMA Antariksa yang tidak sengaja bertemu dengan Jinar.
Namun, awalnya Garta mendekati Jinar hanya untuk menyenangkan perasaan sang mama, dibalik itu semua Garta sama sekali tidak mencintai Jinar bahkan laki laki itu membuat rules dalam pertemanan mereka, apakah dengan sikap Jinar yang hangat, ekspresif dan humoris dapat mengubah kehidupan seorang Garta Diptama yang dingin, keras kepala dan emosional?
"Lo itu cuman benalu dihidup gua, jadi gausah sok ngatur kehidupan gua!"
"Hidup gua yang jalanin ngapa lu yang repot?"
"Kalau lo bisa buat gua jatuh cinta dalam waktu 24 jam, lo jadi pacar gua dan gua bakalan ubah hidup gua sesuai keinginan lo!"
"Gua pastiin lo yang bakalan baper duluan, dasar benalu!"
Akankah Jinar bertahan atau memilih untuk meninggalkan Garta setelah tau yang sebenarnya dibalik teka teki selama ini?
Ini bukan kisah remaja seperti pada umumnya kakak kelas bertemu adik kelas, apalagi cowok dingin bertemu gadis culun, tetapi kisah romansa antara pria berhati pahit yang bertemu dengan gadis bersikap manis, yang mengubah hidup sang pria 180° sepanjang sejarahnya.
HAPPY READING <3
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya.
"Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?"
Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai.
"Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita."
Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya.
"Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja.
"Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta."
"Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf."
Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar.
Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening.
"Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?"
Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?