Iringilah Langkahku Ayah

Iringilah Langkahku Ayah

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 26, 2021
Seorang gadis bernama Aini tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu sejak kecil. Namun, dengan penuh cinta dan kasih dia dirawat dan dibesarkan oleh ayahnya. Sampai pada suatu waktu, dia harus berpisah dengan ayahnya. Dia berharap bisa menemukan ibunya di perantauan, tetapi banyak sekali rintangan dan halangan di tanah rantau. Akankah dia menemukan ibunya dan mampukah menghadapi segala ujian di perantauan?
All Rights Reserved
#129
edukasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Surat tak berbalas
  • A Letter to My Sister
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Biarkan Aku Pergi
  • Sun Shine: The Our Star
  • Sebelum Aku Dicintai
  • Silence In Their Minds

Citra selalu percaya bahwa keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang. Namun, bagi dirinya, rumah justru menjadi tempat yang paling menyesakkan. Di depan orang lain, Ayahnya tampak seperti sosok yang penyayang dan bertanggung jawab. Tapi di balik pintu rumah, hanya kemarahan dan tuntutan yang ia terima. Setiap kata yang keluar dari mulut Ayah lebih sering berupa bentakan daripada nasihat. Setiap harinya, ia harus belajar menahan air mata, berharap suatu hari Ayah akan melihatnya sebagai seorang anak, bukan sekadar seseorang yang harus selalu ia kontrol. Namun, harapan itu perlahan pudar. Saat semua luka semakin dalam dan kata-kata tak lagi didengar, Citra menyadari satu hal: ia telah kehilangan sosok Ayah, bahkan sebelum ia bisa benar-benar mengenalnya. Kisah ini adalah tentang perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha bangkit dari bayangan masa lalu. Tentang keberanian untuk melepaskan, meski yang dilepaskan adalah seseorang yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya. Bisakah seseorang tetap bertahan, meski tanpa sosok ayah disini

More details
WpActionLinkContent Guidelines