The Writer Lens

The Writer Lens

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 9, 2022
Melihat banyak hal melalui "Lensa" yang tajam. Melalui proses panjang sebagai penulis. Tentunya yang terus belajar dan belajar. Fiksi tapi nyata itu sesuatu daya tarik, layaknya filem yang based on story. Ini cerita, kisah atau apapun perjalanan seorang penulis yang terus berjuang di alam tulisan, ingin selalu memberikan guratan paling sempurna. Bisakah seorang penulis mengurai karya sempurna sesuai obsesinya? Mampukah menjadi penulis sesuai alam imajinasinya yang harus perfect? Ikuti cerita tentang manusia gila yang hanya hidup di alam ide! Dia hidup hanya untuk tinta, kertas dan imajinasinya tentang kesempurnaan karya tulis. Hingga fase terburuk memakan kertas dan meminum tinta. Mungkinkah cerita ini kita temukan? Selamat mengalami penasaran dengan tokoh ini. Dengan karakter Sang Lensa. Penulis idealis yang hidup bersama ide-ide gila.
All Rights Reserved
#810
wanita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Tingkat Tiga
  • Bad Papa
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • The Last Birthday With You
  • "CINTA DI BALIK LENSA"
  • Hening Dalam Luka
  • I Hope...

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines