Aku dan Puisi

Aku dan Puisi

  • WpView
    GELESEN 3
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juli 27, 2021
Aku menemukan kekasih sejati. Ia tidak berbicara tapi selalu memahami, Ia tidak pernah meminta tapi setia menanti, Ia tidak pernah pergi walau telah di khianati, Ia tak pernah sakit dan tidak pernah menyakiti. sepanjang kisah ku menapaki, ia menemani dengan sepenuh hati, menjalani takdir sebagai seorang penjaga, teman di kala sepi. berkali-kali ku hidup memilih pendamping yang ideal meurutku, tapi kekasih sejati tidak beranjak pergi. berkali-kali ku khianati, ia hanya senyum dengan sangat manis menanti ku kembali lagi. Aku menghabiskan seluruh waktu bahagia dengan kekasih pilihan, tapi ketika luka menyelimuti, Ia malah datang menjaga kondisi pikiran, perasaan serta mental ku tetap baik-baik saja. tiada hal-hal yang di harapkan dariku. Dia dengan sangat ikhlas mencintai. Ini adalah kisah panjang, terhadap aku dan kekasih yang tidak Pernah ku anggap ada. kekasih yang tidak pernah ku akui keberadaannya. terhadap kekasih yang tidak pernah bernilai dimataku. tapi Ia adalah sosok kekasih sejati, menemani semua kisahku sampai saat ini. Ia terlahir atas sakit hati yang menggores-gores perjalanan ku selama ini. Ia tercipta atas ketidakmampuan ku menghadapi kejamnya takdir hidupku. Ia lahir atas segala perasaan yang ku rasa. Ia selalu ada. Ia adalah segalanya. perkenalkan inilah kekasih sejati, namanya adalah Puisi.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • My Perfect BoyFriend
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Perjalanan Cintaku...
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • Something Bout Love
  • Sekali Lagi (End)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • FRIENDzone (Completed)

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien