" Lo kepentok sesuatu, Nat? Sumpah gak lucu banget becandaan Lo." Nata menggeleng. " Gue gak lagi bercanda, ay." Wajahnya menampilkan keseriusan saat berujar. Spontan gadis itu berdecak kesal. Berusaha tenang dan tidak emosi. " Gini, Nat. Lo sahabat gue dari kecil, hubungan kayak gitu gak mungkin buat kita. Gue gak mau persahabatan kita rusak karena rasa yang seharusnya enggak ada." Iris mencoba tersenyum ditengah perasaan gundah yang mengganggunya tentang ungkapan perasaan tiba-tiba dari Nata. Mereka sudah berteman sejak kecil, bahkan sebelum keduanya lahir di dunia ini orang tua mereka lebih dulu memiliki hubungan persahabat yang lebih erat. Jadi tidak mungkin untuk keduanya memiliki rasa lebih untuk satu sama lain, menghancurkan persahabatan bukan hal yang pernah terpikirkan di otak Iris. Ia ingin terus bersama Nata sebagai sahabat yang tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain setelah kecewa tentang perasaan. " Apa gue salah mengharapkan hubungan lebih dari sahabat?" Iris menggeleng. ~IRIS ALETHEA ~ Salam dari Kota Hujan 🌧️ Note : new author, first story 💚
More details