Derana, untuknya yang masih ada.

Derana, untuknya yang masih ada.

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 4, 2022
Untuk beberapa cahaya matahari, lagi. Yang masuk melewati jendela kamar dan menjadi alasan bahwa asa masih ada. Untuk beribu langkah yang belum ditempuh. "Kamu jangan terlalu menuruti apa kata orang, Jadi dirimu sendiri saja, Aku suka semua tentangmu." Zian hanya menoleh sebentar dan pergi. "Aku bukan mengikuti apa kata orang lain, tapi bukan berarti mudah untuk menjadi diri sendiri di tengah dunia yang tidak bisa menerima apa yang tidak sesuai ekspektasi mereka." Beberapa daun kering berjatuhan, seakan mengiringi langkah Zian yang pergi meninggalkan Devan sendiri. Kamu sudah sempurna, seharusnya kamu tahu itu. Batinnya. Zian adalah sosok yang selalu dibanggakan Devan, sayangnya, Zian tidak pernah peka soal itu. Apakah benar Zian tidak peka atau hanya pura-pura tidak tahu bahwa Devan sebenarnya suka dengannya? Apakah Devan akan menyerah dengan sikap Zian yang seperti itu?
All Rights Reserved
#22
derana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • KALANA
  • About Aidan ✔️
  • untuk dhea, dilembar terakhir
  • Ciko and Devany
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Meraih Cinta Suamiku
  • CLara

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha

More details
WpActionLinkContent Guidelines