TEGAR
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 13, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"tidaklah mudah untuk mengikhlaskan orang yang paling penting dalam hidup kita" Pasti kalian semua tau bagaimana rasa sakit ketika ditinggal pergi oleh seorang ibu. Begitulah yang terjadi sangat menyayat hati kecil yang sebelumnya tidak pernah merasakan kesepian, kesusahan, dan beban pikiran. Bagaimana pun juga apa yang telah terjadi kita harus tetap tegar dan mengikhlaskannya pergi dengan tenang, semoga surga tempatnya. Shasa adalah seorang anak gadis kecil polos yang pandai menutupi kesedihannya, namun dibalik semua itu masih tetap bisa terlihat dari wajah kecilnya yang begitu sangat kehilangan. Shisi dia yang selalu berusaha menenangkan, menguatkan, dan mendampingi Shasa untuk saat ini, Shisi adalah kakak kandung Shasa. Lantas apakah Shasa bisa benar-benar mengikhlaskan Ibunya pergi untuk selamanya yang tidak pernah akan kembali lagi? Dan apakah Shisi berhasil membuatnya menjadi orang yang percaya diri dan bisa untuk tetap melanjutkan hidupnya?
All Rights Reserved
#94
papah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • anugrah terindah (end) [before takdir indah]
  • I'm Broken - Zee
  • Terlalu Peka
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Destiny(?)
  • IBU ADALAH WANITA TERBAIK
  • Raga Kecil

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines