Touchless relationship

Touchless relationship

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 2, 2021
"Aku lelah dengan mu, selama 2 tahun pernikahan kita, dirimu tidak pernah sedikitpun mencoba untuk menyetubuhiku . Aku ingin disentuh, aku ingin didekap saat menuju mimpi, aku ingin memiliki anak, aku ingin ingin itu semua Ramond! Apakah sebegitu menjijikkannya aku dimatamu." Ungkapmu dengan amarah dan kesedihan yang bercampur aduk. "Aku minta maaf." Dengan pandangan kebawah. "Terkadang aku lelah dengan permintaan maafmu yang tidak merubah keadaan sedikitpun. AKU LELAHHH!!! Apakah dirimu tau saat aku lelah dengan pekerjaanku, aku sangat membutuhkan mu?. Walau dirimu berada disisiku, tetapi apakah dirimu menenangkanku ketika aku sudah menunjukkan kelelahan akan pekerjaan itu? Dirimu ada saat itu, tetapi rasanya tidak ada. Aku seperti berjuang sendiri Ramond, berjuang di pernikahan tanpa hasrat ini." Ungkapku kembali dengan air mata yang membasahi pipiku sambil memegang dada yang begitu sakit setelah sekian lama akhirnya mengungkapkan perasaan yang ku tahan dalam beberapa bulan. Ini adalah pertengkaran kedua dalam pernikahan kami dan masih tidak merubah apapun. -°- Kisah ini tentang sepasang kekasih yang memutuskan menikah setelah 1 bulan berkenalan tanpa mengetahui sisi lain dari masing masing individu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • NAREVAN ✔️
  • Informed Consent
  • BLOOD FLOWERS
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • [2] Constrained️ ✓
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Angel To Raya (END)

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines