ADICHANDRA

ADICHANDRA

  • WpView
    Reads 408
  • WpVote
    Votes 204
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 11, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
[ Sebelum membaca alangkah baiknya untuk follow terlebih dahulu ] "𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘈𝘥𝘪𝘤𝘩𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘠𝘶𝘥𝘩𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘮𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘯𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘮𝘶." ucap amara dengan senyum manisnya. ===== Lelaki berparas tinggi dengan warna kulit sawo matang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap wanita. Memiliki sifat periang, mudah bergaul, sedikit jahil, cerdas dan panda bernyanyi. Lelaki itu memang paket komplit, dipikir - pikir gadis mana yang tak suka kepada dirinya ? Namun, bagi salah satu gadis cantik di sekolahnya, ia hanyalah lelaki biasa pada umumnya. Tidak ada yang menarik dari dirinya, yang gadis itu ingat tentang dirinya hanyalah sifat yang sangat menyebalkan dan mempunyai 1001 cara untuk membuat dirinya geram akan tingkah lakunya. Satu hal lagi, lelaki itu merupakan saingannya dalam memperebutkan peringkat di sekolah ataupun seleksi untuk mengikuti olimpiade. Oleh karena itu, ia merasa kesal jika melihat lelaki berkulit sawo matang tersebut. Akankah pertemuan kedua anak sma ini berjalan mulus ? atau pertemuan mereka akan menimbulkan banyak masalah bagi mereka ataupun orang sekitarnya ? simak 𝐀𝐃𝐈𝐂𝐇𝐀𝐍𝐃𝐑𝐀 untuk mengetahui kelanjutannya.. - Readers harap bijak, jangan membawa cerita fiksi ini ke kehidupan nyata - Cerita ini akan di update setiap hari jam tidak ditentukan.
All Rights Reserved
#556
mark
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Our Story (END)
  • Kue Lapis [✓]
  • Lee Cute Jeno: Shorts 2
  • Eramnesia
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Hanan & Hanin {End}
  • Me,You and the story we went through.
  • 7DREAM | Transmigrasi Jeno ✓

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines