Moment At Eighteen: Psycho

Moment At Eighteen: Psycho

  • WpView
    LECTURAS 145
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 2, 2021
[HIATUS] "Aku disini Yo." ucap Jessy sambil memeluk Theo. "Aku bakal tetep disini untukmu." lanjutnya dengan senyum mengembang. ____________ Setelah segala hal sulit yang menimpah Theo, membuatnya menjadi bergantung pada seorang Jessy. Wanita yang ia kenal dikampus, yang Theo tau cinta mati padanya. Wanita yang tanpa Theo ketahui memiliki sisi kelam lebih dalam dari sekedar bermain darah. Yang tanpa ia sadari membuatnya lebih bergantung pada Jessy hari demi harinya. Dan ketika wanita itu tiba-tiba menghilang, barulah ia sadari bahwa selama ini dirinya dipermainkan. Bahwa bukan ia yang mengendalikan Jessy, melainkan Theo lah yang dikendalikan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Psycho #MILER2 (TELAH TERBIT)
  • Bulan, Kegilaan ✓
  • Back To You [End]
  • Sang Tunangan Matheo (End)
  • Sin : Between You And Me
  • Aku Bukan Pemuas Hasrat (END)
  • BLIND
  • Feeling Problem
  • My Little Alina 2 | COMPLETED

[MATURE] SQUEL MBIOH #MILER2 TW // depression, sexual assault, blood, BDSM, anxienty, kindnapping Bangun dengan keadaan yang mengenaskan dan menemukan seorang pria tidur di atas ranjang yang sama dengannya cukup membuat Yucy terkejut bukan main, terlebih tak lama setelahnya pintu kamar di buka menampilkan seorang ibu yang sama tak kalah terkejutnya. Tak ada yang dapat Yucy bayangkan apa yang akan terjadi kedepannya termasuk pernikahan dengan pria yang tak di kenalnya itu yang tak lain dan tak bukan ternyata adalah dosennya. Dosen muda tampan nan kaya raya serta ramah kepada setiap mahasiswa membuatnya menjadi dosen incaran di fakultasnya. Hanya saja tidak untuk Yucy, senyum itu terlihat berbeda. Tidak itu bukan senyuman namun sebuah ... seringai. "Sudah ku katakan kau tidak akan bisa berlari kemanapun baby." "Brengsek. Lepaskan tanganmu dariku, sialan!" "Sudah berani rupanya." "Kau,"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido