Mental Yang Terbunuh

Mental Yang Terbunuh

  • WpView
    LECTURAS 2,926
  • WpVote
    Votos 1,456
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 24, 2022
"Kalau memang benar tuhan tidak akan menguji hamba-nya di luar batas kemampuan hamba-nya, tapi mengapa rasanya ini sangat sulit?" "Hahahaha." Lea tertawa sumbang. Di ruang yang gelap gulita, Lea meluapkan semua rasa sesak yang begitu menyayat hatinya. "Kenapa gue harus hidup di dunia kalau ujung-ujungnya hanya untuk menderita? Apa ini yang di sebut dengan takdir? hahahaha takdir yang sangat indah." *** Bagaimanakah kelanjutannya? Silahkan baca sendiri!! Gue maksa WARNING ⚠️ ⚠️ MENGANDUNG KATA-KATA KASAR!! ⚠️ BANYAK TINDAKAN YANG TIDAK PANTAS UNTUK DI CONTOH (romantis, kalian kan jomlo) ⚠️BANYAK ADEGAN KEKERASAN
Todos los derechos reservados
#171
perih
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Raina Maramitha
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Tentang Waktu (End)
  •  ANATHA
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • Mengulang Waktu
  • ALSTARAN [END]
  • AZALEA

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido