[note : dilarang membagikan atau merepost cerita saya di menfess base twitter.]
Tugas Nayaka cuma satu, membatalkan rencana pernikahan yang diatur kedua orang tuanya untuknya.
Dengan tingkahnya yang sering disebut menyebalkan, seharusnya tugasnya itu bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Sayangnya, wanita yang merupakan calon istri Nayaka bukan wanita biasa.
Alih-alih ikut melancarkan rencananya karena wanita itu juga terpaksa menikah dengannya-seorang pria asing yang tidak mencintainya dan tidak dicintainya, calon istri Nayaka justru muncul dengan ide yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
"I can love you. Jadi... kita tetap akan menikah."