Pupus

Pupus

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 28, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Bolehkah akhirnya memilih untuk berhenti? Bukan karena sudah tidak sanggup bertahan, tapi ini lebih ke menyerah untuk memberikan hati kepada orang yang salah. Bertahun-tahun Lea mencoba memperbaiki hubungannya dengan Shaun, tapi apa yang belakangan Shaun perbuat padanya tidak lagi dapat ditolerir. Tidak hanya menyakiti secara fisik, tapi juga verbal. Setiap hinaan yang terucap, bak belati yang ditancapkan ke rongga hati terdalam. Lukanya berdarah-darah. Belum sempat kering luka baru bertubi-tubi datang menjebol pertahanan yang selama ini ia bangun. Kekuatannya hilang sudah. Tinggallah seorang wanita lemah pesakitan terombang-ambing tak tentu arah menjalani takdir. Seandainya waktu bisa diputar, mungkin Lea memilih untuk tidak pernah mengenal lelaki itu. Pedih, ketika Ia yang menentang keluarga demi memilih Shaun, tapi akhirnya harus menerima kenyataan pahit kalau lelaki itu sudah kehilangan rasa padanya. Untuk berpisah, berat bagi Shaun mengingat Lea-lah yang bersama menghadapi masa sulit hingga kehidupan mereka berangsur-angsur membaik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Izinkan sekali saja
  • We're with You
  • Risalah Cinta
  • Memory in My Heart [END]
  • Ex or New? [REVISI]
  • Waktu?
  • Silence In Their Minds
  • Cinta tak Berwaktu

Bagi Laisha, setiap waktu yang dilaluinya adalah berharga. Begitupula 8 tahun yang sudah dia habiskan untuk menjalin hubungan bersama Tian-kekasihnya. Saat segala mimpi dan harapan-harapan telah terajut begitu manis dan indahnya, kenyataannya segalanya hanya berakhir menjadi kenangan. Meski sakit, Laisha berusaha ikhlas. Bagaimanapun perpisahan memang satu-satunya jalan yang harus dia pilih di antara perbedaan dirinya dan Tian. Sekalipun rasa cinta di antara keduanya masih sama besar kapasitasnya. Seakan tidak cukup hatinya dihancurkan akan kenyataan tentang jeda di antara dirinya dan Tian. Pun semua karena ia ingin menjalankan permintaan terakhir kakaknya. Yakni menjadi ibu dari keponakannya yang baru lahir dan juga istri sambung dari kakak iparnya. Laisha seharusnya menolak itu, namun saat melihat wajah penuh harap kakaknya dalam keadaan sekarat, ia hanya mampu mengiyakannya. Laisha sudah mengorbankan cintanya dengan merelakan Tian. Namun, apakah melakukan pernikahan paksa dengan Arkan adalah keputusan benar? Karena sampai kapapun, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Liana-Kakaknya. Mau tidak mau, Laisha harus menanggung segala konsekuensi dari keputusannya sendiri.Termasuk bagaimana cara Arkan memperlakukannya. Pria itu seakan tidak pernah menganggapnya ada. Mungkinkah Laisha bisa bertahan? Atau justru dia memilih menyerah dan berakhir dengan Bian yang mencintainya setelah Tian? "Kutahu, garis takdirku telah engkau putuskan, wahai semesta. Namun izinkanlah sekali saja kau berikan akhir bahagia untukku. Hidup dengan seseorang yang akan menjadi pendampingku selamanya." _Laisha_

More details
WpActionLinkContent Guidelines