Pupus

Pupus

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 28, 2021
Bolehkah akhirnya memilih untuk berhenti? Bukan karena sudah tidak sanggup bertahan, tapi ini lebih ke menyerah untuk memberikan hati kepada orang yang salah. Bertahun-tahun Lea mencoba memperbaiki hubungannya dengan Shaun, tapi apa yang belakangan Shaun perbuat padanya tidak lagi dapat ditolerir. Tidak hanya menyakiti secara fisik, tapi juga verbal. Setiap hinaan yang terucap, bak belati yang ditancapkan ke rongga hati terdalam. Lukanya berdarah-darah. Belum sempat kering luka baru bertubi-tubi datang menjebol pertahanan yang selama ini ia bangun. Kekuatannya hilang sudah. Tinggallah seorang wanita lemah pesakitan terombang-ambing tak tentu arah menjalani takdir. Seandainya waktu bisa diputar, mungkin Lea memilih untuk tidak pernah mengenal lelaki itu. Pedih, ketika Ia yang menentang keluarga demi memilih Shaun, tapi akhirnya harus menerima kenyataan pahit kalau lelaki itu sudah kehilangan rasa padanya. Untuk berpisah, berat bagi Shaun mengingat Lea-lah yang bersama menghadapi masa sulit hingga kehidupan mereka berangsur-angsur membaik.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Blooming Lady [completed]
  • Izinkan sekali saja
  • Leave Me, Leo!
  • 𝑴𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊𝒎𝒖, 𝑳𝒖𝒌𝒂 𝑩𝒂𝒈𝒊𝒌𝒖✓
  • At 30.000 Feet;Beneath the Uniform
  • Cinta tak Berwaktu
  • Maaf untuk Berpisah
  • We're with You

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido