Aku, Kamu, dan Garis Tak Berujung

Aku, Kamu, dan Garis Tak Berujung

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Di bawah lampu temaram kusampaikan pesan Bahwa aku butuh pertolongan Luka ini terlalu dalam Perlu pengobatan dan mungkin beberapa jahitan Maaf merepotkan Aku ingin keluar dari pusaran kelam Jika tak keberatan, maukah kau membantu aku yang malang? Jika ada diksi yang mampu mendeskripsikan keadaan Lentera, maka puisi tersebut adalah jawabannya. Satu per satu masalah menghampiri Lentera, mengurung gadis itu dalam suatu boks kompleks yang justru menyebabkan dirinya merasa 'hampa'. Orang bilang, hal tersebut merupakan proses pendewasaan. Namun melewati semuanya sendirian terasa amat memilukan. Sampai suatu ketika, Tuhan berbaik hati mempertemukan Lentera Gempita dengan sosok Akasa Mangata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • ARTAN
  • ARGLADIS
  • ARA - REVISI
  • Shafael's
  • Lentera Lily
  • Restu Tuhan
  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • ARKANA DIRGANTARA
  • "Algantara Delano Arlaska"

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines