35 Hari Bersama Antagonis

35 Hari Bersama Antagonis

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 30, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bima benar-benar sudah muak atas apa yang dilihatnya setiap sampai di halaman sekolah. Ia selalu saja melihat aksi seorang gadis yang menerima perlakuan keji dan tak pantas dari teman sekelasnya. Kata-kata kasar dilontarkan dari mulut gadis tinggi. Namanya Reine. Reine Ainsley, gadis cantik yang kuncir kuda rapi di rambutnya. Ia tak pernah absen untuk membully gadis lugu yang selalu terkepang dua. Dimata Bima, Reine adalah seorang antagonis di kehidupan sang prontagonis. Sudah banyak orang yang ia bully, hampir semua korban ujung-ujungnya akan keluar dan pindah dari sekolah. Sejujurnya Reine punya alasan pasti kenapa ia menindas Ghea. Demi keselamatan Ghea, mau tidak mau Bima harus menegur Reine, meskipun berkali-kali Bima tegur, Reine hanya mendengarkan dengan tidak tertarik, bahkan untuk menatap mata Bima saja Reine tak sudi. ___ "Tapi emang lo miskin kan?" kata Bima. "Berisik, lagian itu hak gue mau bully Ghea atau enggak! "Tapi gue ga suka, sekarang gini, lo mau apa gue turutin!" "Bener nih apa aja? " "Iya cepet!" "Oke! Kalo gitu gue minta lo jadi pacar gue, bukan pacar sih tapi lebih ke babu kali ya? Gimana, lo mau gak?" "Gak" "Yaudah kalo gak mau! Berarti gue masih bisa dong Bully Ghea?" "Oke fine kita pacaran, tapi Cuma dua puluh hari, " "Naikin dikit dong, " "tiga puluh hari? " "Dikitt lagi.. " "tiga puluh limaa!" "Deal! " kata Reine cepat. Akibat perjanjian konyol itu Bima harus menjadi pacar seorang pembully selama tiga puluh lima hari! Tapi.. Siapa yang sangka bahwa dengan 35 Hari itu Bima dapat membongkar kehidupan asli seorang gadis pembully yang penuh kekerasan. Mengetahui masa kelam gadis itu sedetail-detailnya. Bima pikir ia akan terus tersiksa karena berpasangan bersama seorang antagonis, namun siapa yang bisa menyangka akhirnya? Akan diupdate sekalian end, jadi bakal spam publish, stay tune.. ©Aline_shaa
All Rights Reserved
#900
lugu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  •  ANATHA
  • RAJAWALI
  • Turning Up
  • DAVARA
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Tacenda (TIDAK DILANJUTKAN)
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Tiga Kanvas (TAMAT)
  • Semu [Completed]

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines