Aksara Kia

Aksara Kia

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 24, 2023
Di sekitar ramai tapi yang dirasa hanya kesendirian. Kulihat senyumnya setiap hari selalu terpasang lebar di wajah ayunya seakan menegaskan "hei, gue orang yang nggak pernah merasa sedih sekali pun". Tapi semakin kesini senyumnya sedikit demi sedikit terkikis. Sampai.. Plak. " Sadar, Ki! SIKAP LO TU NUNJUKIN BANGET KALO LO ITU PEMBUNUH!" "TERUS KENAPA? LO MALU PUNYA TEMEN KAYAK GUE?!" "TERUS TERANG, IYA!" Kita sama-sama dalam keadaan emosi yang luar biasa. Mendengar jawabanku, dia terdiam cukup lama. "Cukup, Ki. Sadar sama apa yang lo lakuin. Ini bukan lo." Kucoba merengkuhnya tapi dia menepisnya dengan kasar. "Gue yang sekarang beda, Cal." Matanya terangkat dan menempatkannya dengan tepat di retina mataku. Sampai dapat ku simpulkan bahwa matanya membuktikan sebuah cerita tentang kekecewaan, kelelahan, takut, dan sendu secara bersamaan. "Gue yang sekarang orang yang kecewa dan mengecewakan." Dia mundur perlahan. Kemudian ia membalikkan badannya. Dia berlari. Terus berlari. Sampai di tempat dimana aku tidak bisa menggapainya. "Tenang disana, Ki. I still and will always love you." Sebenarnya aku benci mengatakan ini. Tapi, seandainya waktu dapat diulang, akan kutulis ulang cerita kita dengan apik, Ki. Cerita tentang aku dan kamu bersama. #no plagiat #cerita berdasarkan imajinasi penulis jika ada kesamaan nama, tempat, cerita, itu semua murni ketidaksengajaan #enjoy reading
All Rights Reserved
#7
kiandra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RadenRatih
  • Bianglala
  • Belia & Keandra (END)
  • My Friend Is My Strength
  • G.H.E.A ✔[END]
  • Bersamamu
  • It's Me!
  • Because I'm Stupid (End)
  • VAGALDARA [TERBIT]

"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo." 17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP! FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG. Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA) Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden. Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri. [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines