Invisible Memories

Invisible Memories

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 2, 2021
"kamu berubah,kamu tidak seperti yang dulu aku kenal.Sahabat yang selalu ada di sampingku" ucap Nana "Berubah? Aku?Sahabat? Hahahahha Hey!! Memangnya kamu siapa ? Kamu itu hanya lah anak pembantu yang dianggap anak sendiri oleh keluargaku" ucap Anna "Hiks..hiks kamu bukan Anna yang dulu" ucap Nana dengan menangis "Emangnya Anna yang dulu seperti apa? Bersikap manis ke lo? Nganggap Lo sahabat? Sorry ya tapi Anna yang sekarang nggak seperti itu" ucap Anna Nana yang mendengar perkataan Anna pun semakin sedih Gabriel yang kebetulan mendengar semua ucapan mereka pun terlihat tidak senang dengan ucapan Anna "Ann kamu nggak bisa ngomong kaya gitu sama Nana, dia itu sahabat kamu" "Iel berapa kali aku bilang dia nggak sahabat aku,aku nggak kenal sama dia" "Itu karena kamu lupa ingatan ,kalau kamu ingat suatu saat nanti kamu pasti akan menyesal"ucap Gabriel "Kalau emang dia sahabat aku ,aku pasti nggak akan benci sama dia walau aku lupa ingatan sekalipun" ucap Anna " Udahlah Iel nggak usah buat mood aku tambah hancur" sambung Anna lagi
All Rights Reserved
#819
memories
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • the other side
  • Because I'm Stupid (End)
  • ASAVELA KIARA
  • Perihal Sandwich(End)
  • Albel
  • Where's Home
  • AILAH(END)✅

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines