Invisible Memories

Invisible Memories

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 2, 2021
"kamu berubah,kamu tidak seperti yang dulu aku kenal.Sahabat yang selalu ada di sampingku" ucap Nana "Berubah? Aku?Sahabat? Hahahahha Hey!! Memangnya kamu siapa ? Kamu itu hanya lah anak pembantu yang dianggap anak sendiri oleh keluargaku" ucap Anna "Hiks..hiks kamu bukan Anna yang dulu" ucap Nana dengan menangis "Emangnya Anna yang dulu seperti apa? Bersikap manis ke lo? Nganggap Lo sahabat? Sorry ya tapi Anna yang sekarang nggak seperti itu" ucap Anna Nana yang mendengar perkataan Anna pun semakin sedih Gabriel yang kebetulan mendengar semua ucapan mereka pun terlihat tidak senang dengan ucapan Anna "Ann kamu nggak bisa ngomong kaya gitu sama Nana, dia itu sahabat kamu" "Iel berapa kali aku bilang dia nggak sahabat aku,aku nggak kenal sama dia" "Itu karena kamu lupa ingatan ,kalau kamu ingat suatu saat nanti kamu pasti akan menyesal"ucap Gabriel "Kalau emang dia sahabat aku ,aku pasti nggak akan benci sama dia walau aku lupa ingatan sekalipun" ucap Anna " Udahlah Iel nggak usah buat mood aku tambah hancur" sambung Anna lagi
All Rights Reserved
#958
memories
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Because I'm Stupid (End)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • AILAH(END)✅
  • Grazila(Continuation My Baby Gion) HIATUS SEBENTAR
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Where's Home
  • "JANE & ALEN"
  • Albel
  • ASAVELA KIARA

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines