Manis Menawan (Slow Up)

Manis Menawan (Slow Up)

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 16, 2022
Lanjutan Beloved Brave Belum bosen kan? Breachia Diaz resmi memakai seragam kebanggaan. Ia tersenyum legal setelah pelantikan. "Widih, senyum terus ya? Selamat bergabung, semoga kantor ini makin maju dengan adanya kamu," Breach mengaminkan dalam hati. * "Gak bisa ke sini lagi?" Rama sedang duduk di taman. Ia baru saja selesai makan siang. "Ya nanti aku atur-atur lagi jadwalku Ram. Masih belum bisa menerka gimana di kantor baru," Breachia mengapit ponsel di antara telinga dan pundaknya. Usai pelantikan dokumen-dokumen segera menanti untuk diselesaikan.
All Rights Reserved
#22
asn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • I Get You
  • Second Hearts
  • GRIZLEN {On Going}
  • Gasa(Rabbani)
  • 2/365 : ENCHANTED TO MEET YOU
  • SARAGA
  • Boyfriend
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines