Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Asa dan Cita

Asa dan Cita

  • WpView
    Membaca 129
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 31, 2024
WpInfo
Puisi
Sedikit coretan hati yang dituang dalam sebuah tulisan singkat, bukan puisi indah dan bukan pula sebuah diksi maupun quotes. Menerangkan akan luka, angan dan cipta. Perkara hati dan emosi tak harus selalu diluapkan dengan berterus terang. Ada kalanya penyampaian diri bisa dalam berbagai banyak hal. Bertahanlah disaat ujian menghampiri sekalipun bertubi-tubi. Hingga pada akhirnya semua tentang waktu dan proses. Sometimes we have a bad "day" but not a bad life And the end we are "here" for keep moving forward 😊😊😊 A new part of this work updated anytime ✌💕 Cover : Picture by cha_chocolate Coloring book by cha_chocolate
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#479
sayang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Rembulan Yang Sirna
  • Semua Memukul (✅)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • poem
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My Wish
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan