Hujan Yang Hilang

Hujan Yang Hilang

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti namanya, Raina sangat menyukai hujan. Suaranya yang merdu saat bersentuhan dengan atap-atap rumah begitu menenangkan. Kepada hujan Raina menitip salam, tentang kerinduannya kepada Tuhan, mencoba bertahan untuk jiwa-jiwa yang tenang dan kedamaian dalam hidupnya. Hidup yang sudah berantakan sejak kecil, tak memutuskan semangatnya untuk terus melangkah, mencoba memberikan pelukan seperti hujan yang menjadi peredam tangisan. Raina tahu, hujan tidak akan berlama-lama menghujam bumi dengan airnya. Sama seperti dirinya yang tidak bisa memaksa orang lain untuk menerimanya. Meskipun kehadirannya dibenci semua orang, Raina tetap memberikan pelukannya walaupun hanya sebagai pelampiasan. "Walaupun hatiku hancur dan tubuhku rapuh, masih ada tanganku yang siap untuk menggenggam tanganmu." -Raina Putri Maharani NOTE: JADILAH PEMBACA YANG BIJAKSANA. JIKA SUKA BISA MEMBERIKAN VOTE DAN KOMENTAR DI SETIAP PART DAN JUGA SHARE CERITA INI. JIKA TIDAK, SILAKAN TINGGALKAN DAN TIDAK PERLU MENJATUHKAN KARYA ORANG LAIN. ‼️ Mari saling menghargai para penulis dengan tidak memplagiat karya yang ditulisnya!!
All Rights Reserved
#22
raina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Raina Story
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • THE RAIN
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)
  • Hujan untuk Raina
  • Warna Untuk Pelangi [✓]
  • Derai Hujan
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • I Hate Rain

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines