Cerita Cinta Ayu

Cerita Cinta Ayu

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 30, 2021
" Yuda gue suka sama Lo ! Lo harus mau jadi pacar gue " udah dibilangin gue itu engga pernah becanda. " Nama Lo siapa? " Engga aneh kalo Yuda jawab gitu, soalnya kita juga baru sekali ketemu. Dan itu udah cukup buat gue yakin kalo yuda cocok buat jadi pacar gue. ___________________________ Dan inilah kisah cinta gue dimasa putih abu. cinta anak remaja yang ngajarin gue arti kesabaran, kebahagiaan, dan patah hati sekaligus. Patah hati akan ada di setiap cerita, entah itu sad ending ataupun happy Ending. Patah hati akan ada di awal, di tengah ataupun di akhir cerita. Jadi mau tidak mau harus di jalani. #SMA #Yuda #Ayu #pacaran
All Rights Reserved
#203
ayu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • Menyimpan Rasa (END)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • 1. Dia, Arsen!!
  • MY MORTAL ENEMY! [ TERBIT ✔️]
  • RAFKA [REVISI]
  • ALESYA (END)
  • You Are Mine! (on going)
  • Truth or Dare (Completed)
  • Only You Can Love Me This Way (ON GOING)

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines