Pria Tanpa Nafsu (21+)

Pria Tanpa Nafsu (21+)

  • WpView
    Reads 786,081
  • WpVote
    Votes 8,489
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 4, 2023
Alend meraih tengkuk Risa, lalu ia mencumbu bibir Risa dengan lembut. Dan percayalah, itu adalah first kiss Risa. Risa membalas apa yang dilakukan oleh Alend. Meskipun ia tak cukup lihai, tapi ia sangat ingin melakukannya. Alend meremah salah satu bukit milik Risa. Dan setelah puas, ia meluncurkan tangannya untuk memasuki milik Risa. Ia memasukinya menggunakan dua jarinya. Ia melakukannya tanpa melepaskan kegiatan bibirnya. Risa yang baru pertama kali merasakan hal semacam ini, ia hanya bisa memejamkan matanya dan meremah punggung Alend dengan kuat. Alend semakin cepat memainkan kedua jarinya di dalam tubuh Risa. "Ah ah Alendhh!!" *** Bagaimana jika kita bertemu dengan lelaki tanpa nafsu? Lalu bagaimana jika lelaki itu adalah jodoh kita? Terlalu munafik jika menjalani hubungan tanpa ingin melakukan kegiatan bersentuhan. Akankah mereka bertahan dalam hubungan tanpa gairah? Atau sang lelaki akan berubah? Memang apa penyebabnya sih?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • The Price of Obedience
  • Beneath His Touch 🔞
  • Marrying the Hot Guy? #Seri1
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • One First Touch Naked
  • Orang Ketiga (Complete)

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines