Am I That Bad?

Am I That Bad?

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 27, 2025
"PERGI DARI RUMAH INI! " - Gempa "Dasar beban keluarga! " - Hali "Ga guna! " - Taufan "Lu ga pantes disini! " - Blaze "Pergi aja sana, Toh gaada yang peduli juga~ " - Ice "Ayoo! Maki aku lagi! Ayo! kak Thorn maki aku! " - Solar Thorn hanya terdiam.. "PERGI KAU! SEKARANG JUGA! " - Gempa "Oke! Aku pergi! " Ujar Solar kemudian meninggalkan kakak-kakaknya. "Kalo bisa gausah pulang lagi ya! " - Blaze "Hiks.. S-solar.. " Sedikit isakan dari Thorn. "Sudahlah Thorn orang kayak dia gausah dipeduliin.. " Ujar Ice yang berada dibelakang Thorn. --- Modern AU! ⚠ Warning ⚠ - Boboiboy dkk. milik Monsta saya hanya meminjamnya saja! - Mengandung bahasa yang bercampur! - Mungkin cerita ini ga sad-sad banget soalnya Authornya ga pinter buat cerita sad:') - Cerita ini hanya karangan jadi jangan dianggap serius! - Gaje, Ga nyambung, dll. - Tolong jangan copy semua unsur yang berada didalam cerita ini! Enjoy Reading~ 🖇🌻
All Rights Reserved
#108
boboiboyhalilintar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • Heyu : Second Gear
  • GUMI [Completed]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Skyline Marriage
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • El and Jerganio (End)

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines