Lapak gabut [ft nct]

Lapak gabut [ft nct]

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 3, 2021
"bukan nya kita emang tinggal di dunia wattpad?" "Iya ini dunia wattpad, tapi masalah nya genre cerita ini tuh humor bego! Bukan nya bisa uwu-uwuan yang ada ketiban apes mulu idup gue" recehan aja gak butuh dollar✓ [lapak anti stress yang membutuhkan orang stress]
All Rights Reserved
#167
ongoing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rekonsiliasi Hati ✔
  • KALA
  • Rich Man (END)
  • Gara-gara ku
  • FATE OF LOVE
  • 𝟶𝟻. ʙᴇʜɪɴᴅ ɪɴ ᴛʜᴇ ᴍᴀsᴋ
  • Tempo(chanbaek)END✔
  • Pacar Sengklek (On going)
  • Oedipus Complex
  • Fiona's Diary

||COMPLETE|| re·kon·si·li·a·si - rékonsiliasi - n - perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula; perbuatan menyelesaikan perbedaan. *** Hidup di tengah masyarakat yang masih kental akan budaya patriaki memang bikin emosi. Sebagai perempuan selalu dituntut untuk bisa segala hal yang seharusnya bukanlah sebuah kewajiban. Belum lagi stigma yang ada di masyarakat yang makin hari makin gak ada akhlak. Tertekan sudah menjadi bagian dalam menjalani masa depan. Tekanan di tempat kerja juga menjadi salah satu penyebab kegilaan ini. Antara tugas dan jam kerja yang gilanya gak masuk akal, tapi gaji yang diberikan tak seberapa. Ini tuh kerja atau perbudakan dengan gaya, bikin capek aja. Mana ada ekspetasi dari orang tua yang makin bikin runyam kepala, astaga begini sekali hidup di tengah cekikan masyarakat. Ini kalau gagal ditengah jalan mau jadi apa coba, mereka terlalu menaruh ekspetasi tinggi padanya. Siap-siap sudah dinikahkan paksa buat menanggung malu akan kegagalan. Padahal nikah juga bukan solusi, malah makin menambah beban masalah hidup. Gini nih kalau jadi anak perempuan, kalau berhasil kagak dipuji tapi kalau gagal siap-siap dijodohin. - Judistia Savrinadeya -

More details
WpActionLinkContent Guidelines