Asmaraloka Jawadwipa

Asmaraloka Jawadwipa

  • WpView
    LECTURES 80,331
  • WpVote
    Votes 7,559
  • WpPart
    Chapitres 53
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé dim., août 11, 2024
WpInfo
Fiction
Historique
-Telah diterbitkan, tersedia di Shopee. -Juara III Tinlit Writhing Marathon × Ellunar Publisher. Antara anugerah dan kutukan yang menyelimuti Renjana sejak ia memimpikan lelaki bangsawan dari zaman dahulu yang katanya merupakan sang bapa di lain masa. Ia takkan melupakan pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya dari Wilwatikta sebagai rakyat biasa yang menyandang nama panggilan Viva. Tak lupa pula ia akan indahnya asmara di Tanah Blambangan sebelum mendapat perihnya jatuh cinta pada seseorang yang mendua lagi penuh kemisteriusan. Pernah menduduki : 🏆1 #majapahit 🏆1 #jawa 🏆1 #klasik 🏆1 #fantasiindonesia 🏆1 #nusantara 🏆1 #zamandulu 🏆4 #history
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • A Tale Of True Love (Selesai)
  • [Majapahit] Forgive Me For Leaving You
  • Istri Kaisar Perang ( END )
  • RAJASANAGARA [ REVISI ]
  • Indurasmi Batavia [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]
  • Nertaja (Sang Rani Pajang)
  • ATMAN
  • Since 1965 [Pierre Tendean]
  • Geschiedenis : The Line of Historia
  • RENJANA⚜ ✔

Terbangun dari tidurnya. Drupadi menyadari ada sosok lain di balik selimut putih yang ia kenakan. Tubuhnya terasa hangat oleh pelukan tubuh lain. Oh tidak! Siapa gerangan yang berani melakukan hal tidak senonoh kepada Drupadi yang terhormat. Merasa tubuh sang wanita bergerak, sosok lain itu membuka matanya dan mengeratkan pelukan pada tubuh Drupadi yang tak berpakaian. "Siapa kamu?!" hardik Drupadi sembari mendorong dada lelaki yang berbaring di sampingnya. Lelaki itu mengerjapkan matanya. Rambut sepunggungnya yang tebal terurai indah menghiasi tubuh kekar berkulit coklat terang. Tidak. Kacau sekali, siapa laki-laki ini? Mengapa berpenampilan aneh? Ia malah tersenyum manis menyilaukan, jika saja bukan begini situasinya, Drupadi akan memilih untuk melongo sekejap. "Kau terbangun? Apakah kau bermimpi buruk, Panchali?" * Ini cerita time travel, coba dibaca sedikit dulu. Siapa tau klop.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu