Senja

Senja

  • WpView
    Reads 501
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa lo suka banget sama Senja?" "Karena saat mata gue lihat senja, otak gue rasanya kaya direstart otomatis, hati gue jadi tenang banget, beban pikiran seakan runtuh secara perlahan" Bibirnya terangkat membentuk lengkungan kecil. "Tapi dia datengnya cuma sesaat. Terus langsung diganti malam yang gelap" "Gapapa sesaat, yang penting berkesan untuk selalu diingatt" 'Kita adalah kisah yang berakhir, sebelum di mulai. Sebuah Epilog tanpa Prolog' Jangan cuma dilihatin aja, nanti jatuh cinta..... Start: 23 Oktober 2021 Finish: wallahu a'lam #Cerita ini asli dari pemikiran sendiri!! #Tidak Untuk di copy, karena tidak bisa diminum. Maaf kalau ada banyak kekurangan dalam penulisan, karena masih dalan tahap belajar
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Tentang Zeeya
  • Fall And Love
  • Possessive vs Bad Girl [COMPLETED] ✔
  • Aku Jarak dan Dia
  • DEPHELINE
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • My Cold Prince (END)
  • ARGA [TAMAT]
  • Pulang
  • JAM 3 SORE

Bukan tentang senja yang terlupa, melainkan tentang fajar yang memberi kita rasa. Suatu hari, adakalanya kita menemui kesulitan. Dan hari berikutnya, akan merasakan pencapaian yang luar biasa. Lalu suatu hari, akan jatuh lagi dan merasa tertekan. Lalu kamu menghela napas, berpikir tidak bisa menanganinya lagi. tapi kemudian, kamu melihat sesuatu yang lucu dan tertawa. Kamu makan sesuatu yang enak dan rasanya lezat. Dan kamu merasa senang saat melihat seseorang yang kamu sukai. Kurasa ini adalah sebagian dari hidup, bukan? tapi begini, semua suka dan duka ini terkadang sangat melelahkan. Semua ini menjadi sangat melelahkan, tapi meskipun demikian, hidup masih berlanjut, waktu tak berhenti. Angin masih berhembus menerpa dedaunan hingga gugur, air masih mengalir ke tempat yang ia tuju. Cerita itu tidak memiliki akhir, karena semua akhir adalah awal yang baru, Cerita ini tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Kita terpaku diantara tiga fase itu. Dan pada akhirnya pun semua orang akan pergi, meskipun sudah kita genggam erat sepenuh hati. . . . . Catatan dari Zeeya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines