Ineffable

Ineffable

  • WpView
    Reads 5,123
  • WpVote
    Votes 1,146
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 20, 2023
Dari dulu Lea teramat tahu jika dirinya punya kebiasaan buruk dalam mencampuri urusan orang lain. Yang Lea tidak tahu, keputusannya untuk ikut campur dalam insiden rencana bunuh diri seorang Kamandanu Prayuda, akan memberikan efek besar dalam hidupnya. Yah, Lea tidak sadar jika perbuatannya malam itu membuat Danu merasa berhutang budi. Lelaki yang batal melompat dari jembatan malam itu mulai mengganggu Lea untuk berterima kasih. Ketika akhirnya Danu tahu apa yang Lea butuhkan, dia berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya. Namun, itu sebelum Danu tahu tentang rahasia yang mengikat mereka. Tujuan Danu pun berubah, antara ingin membantu atau justru mempersulit penolongnya. Tumpang tindih antara ingin melindungi atau malah menyakiti Lea. "Terima kasih karena kamu mau membantuku." "Tidak, Lea. Jangan berterima kasih, aku tidak sebaik yang kamu kira."
All Rights Reserved
#12
pengacara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Semesta Memelukmu
  • AQRAF (On Going)
  • Jiwa Senada | Terbit
  • ALEXON [END]
  • Find Me √ (Completed)
  • Arsyilazka
  • "ASSALAAMUALAIKUM Habibati" _END_
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • CINTA YANG NYATA
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Disclaimer! -100% Fiction -All picture are from ig & pinterest -100% originally mine Selama empat tahun, Migu mencari Lea-gadis yang tiba-tiba menghilang bersama keluarganya hanya sehari setelah ayah Lea meninggal. Namun, pertemuan kembali di sebuah kafe bergaya vintage dekat kampus lama mereka bukanlah seperti yang Migu bayangkan. Lea yang kini ditemuinya tampak berbeda jauh dari sosok ceria yang dulu senang melompat kegirangan saat dibelikan es krim. Gadis itu kini pendiam, penuh ketenangan yang terasa asing. Migu tahu, ada banyak hal yang pasti telah terjadi selama empat tahun terakhir, dan semuanya telah mengubah Lea. Lebih mengejutkan lagi, Lea yang dulu selalu menghindari jurusan kuliah Migu kini justru memilih jalan yang sama-Sistem Informasi. Padahal dulu, impiannya adalah belajar Tata Boga, menjadi seorang chef, dan membuka kafe bernuansa bunga dengan sentuhan modern dalam warna-warna pastel kesukaannya. Migu selalu ingat betapa Lea mencintai impian itu-dan bahkan di hatinya sendiri, dia ingin mewujudkannya untuk Lea. Namun, Lea yang sekarang seolah menjaga jarak, menutup diri setiap kali percakapan menyentuh masa lalu, dan menolak setiap tawaran bantuan darinya. Perlahan, Migu mulai menyadari bahwa Lea mungkin tak lagi membutuhkan kehadirannya. Apakah masa mereka telah berakhir empat tahun lalu? Apakah hanya Migu yang masih terjebak dalam kenangan itu? Sekarang, di antara kebingungan perasaannya, Migu tahu ia harus memilih. Haruskah ia berusaha membuat Lea kembali seperti dulu? Ataukah sebaiknya dia fokus pada masa depan dengan Nadine, kekasih yang seharusnya menjadi prioritasnya? Namun, di tengah semua keraguan itu, ada satu pertanyaan yang terus menghantui: Apakah Lea hanya sekadar 'adik' baginya? Ataukah selama ini Migu telah menutupi perasaan yang sebenarnya dengan dalih persaudaraan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines