Nestapa Purna

Nestapa Purna

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 1, 2021
Prolog " ga mungkin, kesedihan ini ga bakal berakhir ma" " gaada yang ga mungkin ran," Sedikit cerita asmara, yang dibumbui luka, dan dihujani tanda tanya setiap harinya. Keluh kesah, tangis, ketdakpastian datang silih berganti. Cerita terselip dalam mangkuk pedas seblak Bahkan di sekantung plastik es klamud dingin Persahabatan jadi saksi, akhir dari kesedihan yang mendalam ini Sedikit perjuangan,sedikit konflik,silahkan dibaca sendiri Salah satunya, hujan yang janjikan pelangi, ketika usai turun Ataupun senja yang hadirkan keindahan di akhir waktu " ada hal yang lebih ga mungkin Ran," " apa hal yang lebih enggak mungkin?" " aku berhenti mencintaimu" " disaat seperti ini, sempetnya kamu bilang gitu, ma" Sesak datang tak kenal waktu Sedih tak terhitung berapa kali telah kuras air mata Cemburu, prasangka, gengsi jadi masalah utama Tapi dibalik semua itu, yang terpenting adalah mengikuti kata hati Hati lah yang paling tulus memberi penerangan dikala gelap datang tak beralasan NESTAPA PURNA Kebahagiaan, kini telah tiba Menggantikan sedih mendalam kisah mereka
All Rights Reserved
#93
rama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • save me
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • • EUTANASIA •
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines