Good Girl Syndrome

Good Girl Syndrome

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 13, 2021
Khannaya Zarendra atau biasa dipanggil Anna. gadis berusia 17 tahun yang terkenal akan senyumnya yang manis sikapnya yang ramah pada semua orang tanpa terkecuali. Anna tidak pernah menunjukan emosi negatifnya. kemarahan atau kesedihan, tidak sama sekali. Seakan dialah orang paling bahagia di dunia ini. Dibalik semua itu, tentu ada penyebabnya. Dan alasan terbesarnya menjadi seperti ini adalah karena Bundanya. Seorang single parents yang selama 10 tahun ini membesarkan Anna. Emely, Bunda Anna, Selalu memperlakukan Anna bagaikan boneka. Menuntut anak tunggalnya untuk menjadi sempurna. Dan juga memaksakan Anna meneruskan Sang Ayah yang dulu seorang pianis terkenal. Anna tidak menolak semua permintaan dan perintah Bundanya. Sebab dia merasa bertanggungjawab atas apa yang diderita Bundanya. Sebab sikapnya yang seakan menjadi sempurna inilah, tidak sedikit pula orang yang membencinya. Anna dinilai bersikap sok manis, sok baik dan kata yang paling kejam adalah munafik. "dia kayak gitu cuma buat topeng doang supaya bisa dapat label good girls." "dia sakit jiwa Arel!" gadis itu berteriak memarahi pacarnya. Arel. "lo kok kasar gitu sih, Anna itu polos dan nggak kasar. harusnya lo contoh dia bukannya malah ngehina sepupu lo sendiri kayak gini." Amanda gadis yang berteriak tadi, sungguh tidak akan pernah menerima pacarnya selalu saja membela Anna di hadapannya. *** Start from : 13 September 2021
Todos los derechos reservados
#21
pianis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Let Me Love You Longer
  • I (Don't) Need Your Love
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Perfect Queen
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • ALENIA dan Dua Dunia
  • BETWEEN
  • Ardiana [END]
  • Damira (END)

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido