Mentari di Malam Hari

Mentari di Malam Hari

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 1, 2023
Cerita ini kembali berputar ke masa awal kesalahpahaman di penghujung kelas akhir masa SMA. Gosip yang benarkan oleh Awan, menjadi masalah untuk Mentari. Bahkan, membuat gadis yatim piatu itu harus merasakan kehilangan orang tersayangnya lagi. Ia tidak ingin mengingkari janjinya dengan Bintang. Tetapi, mengapa sangat sulit untuk mengakui perasaannya lebih dulu? "Bukan enggak mau, tapi emang bukan pengakuan dari aku yang dia mau." *** 01/02/2023 Elma Sari Gani🐾
All Rights Reserved
#605
melupakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Garis Luka
  • She is My Star Called Mentari
  • BINTANG&BULAN
  • [5] Unforgettable Love
  • Belenggu Hati
  • BENCI MENJADI CINTA [SELESAI]
  • Spasi. [TERBIT-OPEN PO✅]
  • mr.bean Ibrahim  End|

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines