Mahir Menahan Perasaan

Mahir Menahan Perasaan

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 24, 2022
Hai kamu! Iya, kamu, yang lagi nyasar ke tulisan ini dan sekarang lagi baca kalimat ini dalam hati hehehehe.... Bagaimana hari-harimu? Masih terasa berat seperti dulu? Perasaan, masih aman, kan? Kalau pikiran masih waras juga, kan? Apa? Kamu ingin mengelak bahwa perasaan dan pikiranmu sekarang sedang dalam mode baik-baik saja? Padahal antara otak dan hati seringkali tidak sejalan. Ya, kamu! Yang sedang dilanda badai dan meneduh sendirian padahal banyak orang lain yang menyediakan tumpangan. Tolong, aku tahu kamu tidak ingin membebani orang lain dengan perasaan kalutmu itu wahai tuan sang penjaga perasaan. Tapi mau sampai kapan seperti ini? Mau sampai kapan ditahan? Sini cerita, karena aku ada dan tercipta untuk mendengarkan.
All Rights Reserved
#120
selflove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Diary hati:)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • The Wait is Over
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines