AKU KAMU DAN SEMESTA

AKU KAMU DAN SEMESTA

  • WpView
    LECTURAS 7,488
  • WpVote
    Votos 1,915
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadConcluida jue, abr 21, 2022
Sepasang luka yang ditakdirkan bersama melalui pintu kaca, yang berakhir bahagia atau sebaliknya. Pertemuan yang sudah tidak ada feedback sama sekali, apakah bisa bersatu dengan hati yang mati Ganesha memperjuangkan cintanya dia mencintai kakak kelasnya yang sangat kejam dan selalu mendapat cacian dan hinaan. Dapat bersama atau tidak? Atau kah Raka tetap pada pendiriannya tak luluh sedikit pun oleh perjuangan Ganesha? Atau mungkin Ganesha tidak dapat meluluhkan Raka dan tetap mendapat cacian dan makian? Apapun hasilnya aku terima, setidaknya aku telah berusaha~Ganesha.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Yang Tersisa Dari Cinta [ END ]
  • Dear Baskara [End]
  • A L U N A [END]
  • Kita Dan Segala Luka
  • DEAR SERA [ENDING]
  • RAKA
  • GISTARA (TERBIT)
  • Namaku selalu ada di bibirnya , Tapi Aku Tidak Pernah ada di Hatimu [ SELESAI ]

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido