Istriku [Hiatus]

Istriku [Hiatus]

  • WpView
    Reads 512
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 4, 2022
[Follow Sebelum Baca!] . . "Nikah yok?" ucap Nanda si sela-sela perdebatan kecil mereka. Ucapannya sontak membuat Tiana tak percaya. "Ngawur lo" benar saja Nanda dan Tiana bagaikan air dan api mana mungkin mereka bersatu? Mengingat sifat Tiana yang bisa dibilang cerewet dan bertingkah lebay, terlebih dia begitu manja seperti anak kecil. Berbeda dengan Nanda yang sangat dingin, bahkan bicara saja singkat, padat dan jelas. "Saya serius" "Terserah lo deh mau nga-" belum selesai dengan ucapannya jari telunjuk Nanda sudah lebih dulu menempel dibibir Tiana yang cerewet dari tadi. "Stttt...Saya serius sayang. kita nikah aja,saya masih sayang kamu. Saya gabisa jauh dari kamu. Saya tau, Saya nggak bisa jadi yang kamu inginkan, tapi izinin Saya buat bahagiain kamu dengan cara saya sendiri" tutur Nanda tulus,dia berharap Tiana mau memberinya kesempatan lagi, dia berjanji tidak akan membuatnya sedih apalagi kecewa seperti dulu lagi,itu membuatnya sakit. "Selamanya! sampe maut misahin kita" lanjut Nanda. perkataannya sukses membuat Tiana terdiam merenung mencoba mencerna semuanya. jujur Tiana masih sangat mencintainya. "Alay lo, buktinya apa?" "Secepatnya saya akan datang kerumah, ngelamar kamu" . . Gimana jadinya kalau cowok dingin nikah sama cewek petakilan dan cerewet seperti Tiana? Sifat Tiana yang sangat bertolak belakang dengan Nanda justru membuatnya semakin jatuh cinta pada gadis cantik itu. Penasaran dengan ceritanya? kuy baca!!!🥰🥰🥰
All Rights Reserved
#906
istri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HUSBAND [END]
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Crazy (Love) Bride
  • With You? [TERBIT]
  • Jodoh
  • Fated To Marry You(Tamat)
  • Save The Date!
  • JODOH salah ngomong
  • Silent, Please! (Re-up)

Pertemuan secara tak sengaja menimbulkan perasaan sejak kecil. Berpisah bukan hal yang mudah. Bertemu dengan gadis yang merubah semuanya. Dan sosok lelaki yang mampu berjuang dan bertahan. Sampai suatu ketika, kebenaran itu terungkap. Sreeettt.... Untungnya Alvano dengan cepat mengendalikan stir nya. Dan oh! Apa itu? Ia hampir menabrak gadis. "Aduhh..." ucap nya meringis. Ya, gadis itu adalah Nadin. Alvano turun dari mobilnya dan melihat siapa yang hampir ia tabrak. Nadin sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu. Nadin kaget mengapa ia bertemu lagi dengannya? Dan, astagaaa... Alvano menghela napas saat melihat sosok gadis tadi. "Untung gak mati" kesal Nadin menatap Alvano tajam. "Bukan salah saya." "Nih orang gak ada rasa rasa berdosa nya yaaa!! Bantuin diri kek, apa kek, ini gak ada rasa rasa nyesel nya!!" emosi Nadin sudah memuncak dan mengeluarkan unek unek nya. Alvano mengendikkan bahu nya acuh. Tak lupa wajahnya, ia selalu datar. "Ini sudah malam, dan gadis sepertimu tidak cocok diluar malam." Nadin melirik sekilas. "Saya tadi abis keminimarket. Trus hampir mati ditabrak sama Om Om!!!" ucap Nadin menghela napas kasar dan menegaskan ucapannya diakhir. Alvano menatap tajam Nadin, memangnya ia terlihat seperti Om Om? "Saya bukan Om mu" ucap Alvano. "Ck! TERSERAH."

More details
WpActionLinkContent Guidelines