We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Starry July

Starry July

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Manusia serigala atau yang biasa dikenal dengan sebutan werewolf. Bagi para manusia waras, tentunya hal tersebut hanya dianggap sebagai mitos pengantar tidur belaka. "G..Gavrill?" Aggie ketakutan setengah mati, badannya gemetaran dan keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Bagaimana tidak? Saat ini, ia melihat wujud lain dibalik sosok sempurna seorang Gavrill Quill. Tubuhnya berubah diiringi dengan bunyi retakan tulang yang memilukan telinga, berganti menjadi sesosok serigala berukuran sangat besar dengan bulu berwarna hitam kelam serta bola mata semerah darah. Gavrill menoleh. "Oh, hai mate." sapanya dengan nada santai. "Ka..kau beneran were..werewolf?" Aggie terbata-bata. "Kan aku udah bilang. Aku itu werewolf sayang, dan kamu itu mate aku, jodoh aku, punya aku." "Aku rela melakukan apapun untukmu sayang." Aggie menaikkan sebelah alisnya, "termasuk membantuku untuk balas dendam pada ayahku?" "Aku bahkan bisa membunuhnya jika kamu mengizinkanku, sayang." Gavrill tersenyum licik. All pict from pinterest.
All Rights Reserved
#364
band
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Winter
  • Amor Eterno
  • Psychopat [SELESAI]
  • Make a Story With You
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • GHAVARI

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines