Fish and Pain

Fish and Pain

  • WpView
    Reads 638
  • WpVote
    Votes 430
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 26, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Manusia ikan, bukan duyung. Makhluk yang hidup di sisi lain dari bumi yang kita duduki saat ini. Spesies(?) yang hidup damai di bawah tanpa khawatir akan bencana alam. Tidak seperti kita, manusia, yang akan teriak seperti korban sakit jiwa saat ada gempa susulan kecil atau saat dikejar anjing kecil yang bahkan tidak bisa menggigit. 'Mereka' yang kita sangka hanya mitos mungkin sedang merayakan acara bulanan seperti yang ibu ibu komplek lakukan. Mereka hidup damai bersama Raja mereka yang sedang meratapi kesialannya. Raja yang sedang stress pun pada akhirnya kabur ke daratan yang tanpa sadar sedang menanam bibit masalah besar. Ia jatuh cinta dengan wanita yang dikaruniai berkah dewa. Tidak, woody, ini bukan cerita romance, tapi drama dengan gaya. Mereka saling mencintai sampai pada akhirnya melahirkan bayi perempuan yang akan kita awasi kedepannya. Kita sambut, manusia setengah ikan yang penuh dengan ujian hidup(?) Dusi Tamatul. Duyung Sial Tapi Manusia Tulen.
All Rights Reserved
#67
pirate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU FIGURAN (END)
  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • Elementum
  • A Heart for A Heart
  • ✔ 90 Hari Musim Semi

[ JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MEMBACA YA! ] Dara Rananta, perempuan yang sudah menginjak kepala dua dengan hobinya yang suka membaca novel terutama novel fantasi. Sejak ia lahir sampai menginjak usia yang sekarang, orang tuanya selalu mengabulkan apa pun yang ia inginkan. Hanya saja, imbalan itu semua adalah rasa sunyi yang sangat menyesakkan dadanya. Cukup lama ia tenggelam dalam hobi tersebut sampai di mana hal yang sering ia temui dalam cerita hadir di hidupnya yaitu dirinya tansmigrasi ke sebuah novel. Namun, keinginannya untuk transmigrasi sebagai pemeran utama harus dipatahkan ketika mengetahui dirinya yang malah hanya menjadi figuran yang akan mati di awal cerita. Sungguh hal yang menyedihkan. "Kenapa harus jadi figuran yang mati di awal, sih?! Gue juga mau hidup, gila!" - Dara Rananta. Note : Silahkan bijak dalam membaca, terdapat adegan dan kata-kata yang tidak pantas untuk dicontoh! Cover : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines