EUNOIA
  • WpView
    Reads 1,631
  • WpVote
    Votes 354
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 29, 2022
(n.) beautiful thinking ; a well mind. Seperti makna dari kata 'eunoia' yang bermakna niat baik. Pertemuan tak sengaja mengundang perasaan. Menumbuhkan niat baik dari dua pemuda paham agama yang atas dasar ingin membimbing wanita yang mereka temui tak sengaja saat itu. "Saya ingin mengkhitbah kamu, lama kelamaan perasaan saya semakin menggebu. Saya tidak mau mencintai seseorang berlebihan sebelum halal, maka dari itu... ayo menikah," ujar Arkananta kepada wanita pilihannya, Adinda. "Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Dan saya tidak mau terjebak, tapi juga tidak mau berdosa. Jadi, maukah kamu menerima perasaan saya dalam ikatan yang halal?" tanya Riznan kepada wanita pemilik hatinya, Anindira. Kisah keduanya tentu tidak berjalan mulus, ada lika-liku di dalamnya. Namun sebagai lelaki sejati, mereka memperjuangkan wanita pilihannya dengan ikhlas karena Allah.
All Rights Reserved
#763
nikahmuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Ketika Wanita Yang Meminang
  • Menuju Pagi (End)
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Cinta Tak Terduga
  • Di Balik Niqab [TERBIT]

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines