eminence. (GOWON RENJUN)

eminence. (GOWON RENJUN)

  • WpView
    Reads 463
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 1, 2023
Eminence; The Last Blood of Valiant. Renjun adalah seorang pemuda biasa, yang tumbuh besar dengan dongeng milik sang Ayah "Behemoth and Valiant, the Mortal Guardian." yang ia percaya menjadi tujuan Ayah dan Ibunya pergi saat dirinya masih berumur 5 tahun. Mulai menyerah mencari sang Ayah dan Ibu, tapi Renjun menemukan udara segar. Munculnya beberapa orang baru di kehidupan Renjun mulai membuka harapan baru Renjun untuk menemukan kedua orang tuanya. dan akhirnya Renjun bertemu dengan putri kupu-kupu, berharap memiliki akhir bahagia yang selama ini ia harapkan. "Apa kamu bisa membantuku? Mencari Ayah dan Ibu?" ( LOONANCT FF ParalelUniverse!AU )
All Rights Reserved
#112
oliviahye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Delapan Bayangan satu janji
  • THE PURE BLOOD✅️
  • My Mate || Jaeren
  • Partner[Dongren]
  • Kata Rayyan ✓
  • MOONBOUND: The Alpha's Mate
  • Luka || Huang Renjun
  • THE BLOOD { Enhypen }
  • Fonte Di Vita // Jaemren ✔

.Di sebuah sekolah sihir yang terkenal dengan keunikannya, Haechan dan Renjun masih berusaha keras menyembunyikan perasaan mereka masing-masing. Keduanya sering bertengkar, tapi ada sesuatu yang tak bisa disangkal di antara mereka. Setiap kali mata mereka saling bertemu, ada kilatan yang tidak bisa diabaikan, meski mereka berdua memilih untuk menutupi hal itu dengan sikap tengil Haechan dan kemarahan Renjun. Suatu hari, saat sedang latihan sihir, Haechan secara tidak sengaja membuat sebuah bola api meleset dan hampir mengenai Renjun. Renjun langsung meledak, memarahi Haechan dengan emosi yang tak terbendung. "Kamu gak pernah hati-hati, Haechan! Lihat, hampir saja aku terbakar!" Renjun berteriak, wajahnya memerah karena marah. Haechan, yang biasanya menganggap segala hal sebagai lelucon, kali ini terdiam. Melihat wajah Renjun yang begitu kesal membuatnya merasa aneh. Ada perasaan yang berbeda, perasaan yang tak bisa dijelaskan. Tanpa sadar, Haechan mendekat dan berkata dengan nada yang lebih lembut, "Aku minta maaf, Renjun. Aku gak sengaja." Renjun, yang semula ingin mengomel lebih lama, tiba-tiba terdiam. Dia melihat ekspresi Haechan yang lebih serius, yang jarang sekali muncul. Tanpa sadar, hati Renjun berdebar. Dia pun segera menjauh, berusaha mengontrol perasaannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines