Harap
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hati mudah terluka oleh rasa. Tersakiti karna ekspektasi. Dunia selalu memberikan berbagai rasa yang membangkitkan atau pun menenggelamkan perasaan. Kita kadang kala selalu lupa. Apa makna kehidupan pada hakikatnya, hingga berat kaki untuk menelusuri. Kita sering mengucap ikhlas ... Tapi untuk mengamalkannya masih kerap lepas. Kita sering mengucap sabar ... Tapi untuk menerapkannya masih sukar. Tuhan selalu punya cerita. Yang tidak pernah terduga. Kadang kala mengecewakan, tapi kita harus siap merelakan. Terkadang kita sering menyalahkan diri. Karena telah menyesali. Apa saja yang telah terjadi sampai kini, tapi ... Itu semua sungguh tidak ada arti. Itulah hidup ... Jiwamu harus siap atas ruang lingkup. Matamu harus siap untuk terkejut. Hatimu harus siap untuk merasakan takut. Cobalah memaafkan kesalahan. Yang pernah disesalkan. Doa yang tak lupa dipanjatkan. Dari fajar mulai mengukir, hingga sampai malam menyingkir. Haus sikap tubuh seperti dia, yang dulu kau percaya ragamu bisa terjaga, yang dulu kau percaya hatimu takan terluka ... Berambisi ada yang sanggup menyamai, tapi tetap tidak akan terganti ! Tuhan pasti menyampaikan, tentang rindu yang tak tertahankan.
All Rights Reserved
#161
harap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • dear happiness
  • Bulan Berkisah [SUDAH TERBIT]
  • Perjalanan Cintaku...
  • Kita dan waktu (Musim Ke-2)
  • Full Of Scratches
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines