ARUNIKA || hadiah semesta

ARUNIKA || hadiah semesta

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 7, 2022
"arunika artinya matahari terbit sama seperti arun, tapi kenapa arun ga suka?" "aku lebih suka kehidupan malam walau malam tak pernah mau menjadi dunia tenang seperti malam pada umumnya, tapi itu lebih baik dibanding harus menunggu matahari terbit terlebih dahulu" "semesta terlalu jahat sampai gak ngasih keadilan" ucap jia yang kesal dengan semua hal yang menimpa sang sandaran disetiap ceritanya "bukan semesta yang salah tapi aku yang lemah dengan tekad yang tak meyakinkan" "aku tumbuh dengan luka tanpa adanya sang pembenah maka dari itu aku tak pantas kamu anggap sebagai segalanya" Arunika, seorang anak laki-laki yang dianggap rendah oleh temannya dan keluarganya sendiri bahkan orang tuanya menganggap arun sebagai anak buangan dan tak tau untung Arun hanya memiliki beberapa teman untuk menjadi tempat perlindungan dari kerasnya dunia orang dewasa yang bahkan tak mungkin ada seorang pun yang mau menjadi dirinya "kenapa arun yang harus kena imbasnya pah?!" "kamu tau saya muak liat muka kamu!"
All Rights Reserved
#278
arunika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Perfect [Na Jaemin] [✔️]
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Awan Abu-Abu [END]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Sulung
  • Perihal Sandwich(End)

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines