ALAINA|| Friend Zone

ALAINA|| Friend Zone

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 17, 2021
Ini kisah persahabatan yang melibatkan perasaan seorang gadis.Alaina Adhisti Zafran,gadis cantik ini menyimpan perasaannya sendiri kepada sahabatnya,Kevin Alana Saputra,lelaki yang membuatnya luluh karena perhatiannya itu. Benar kata orang"persahabatan akan melibatkan perasaan pada salah satu peran".Namun karena janji yang pernah mereka ucapkan beberapa tahun lalu,membuat alaina rela memendam perasaannya untuk sang sahabat selama bertahun-tahun. Hingga datang dimana ada seseorang menyatakan bahwa ia juga mencintai alan sehingga Nana memilih untuk mudur dari zona yang membuatnya tersakiti. Adakah keadaan mereka kembali seperti dulu?atau mungkin sebuah permusuhan akan terjadi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Maaf' (Revisi)
  • DRABIA [END]
  • About We [End✔️]
  • BOCAH ITU MILIK SAYA
  • this is me
  • HALOALKANA
  • My Youth [SELESAI]
  • Capricorn
  • Heart to you.(END)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines