Fajar Di Kala Senja

Fajar Di Kala Senja

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 4, 2021
Kisah ini tak lain dan tak bukan adalah mengenai seorang gadis remaja yang menginginkan keadilan dalam kehidupannya. Ia tak takut akan tantangan dan selalu kembali dalam mengobarkan api bagai diredam oleh air. Senja, begitulah panggilan untuk gadis manis itu. Kehidupan yang tak stabil, permasalahan datang bertubi-tubi tanpa ia sadari hingga membuat Senja mengalami pendewasaan diri lebih awal. Gadis yang kian tumbuh baik diantara masyarakat yang tak mendukung, membuat ia tak sadar bahwa dirinya telah melampaui jauh di atas batas waktu. Di usia remajanya ia harus menempuh kehidupan yang tak ia kira pada awalnya. Rencana yang telah tersusun rapi menjadi berantakan karena seorang pemuda yang tak memiliki aturan selama hidupnya. Pemuda itu mengingatkan Senja pada rasa sakit yang ia pun tak kunjung mendapat penawarnya. "Kau bodoh ya!" "Gue?! Makannya kalo jalan pake mata, bego!" "Jalan pake kaki, ish!" Awal pertemuan yang tak terduga, dengan rasa dan asumsi yang kian berkembang diantara mereka. Fajar di kala Senja.
All Rights Reserved
#352
parenting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita di Balik Senja
  • Di Ujung Senja Fajar Menunggu Terbit
  • 7. Titik Terakhir Senja
  • Fajar & Senja
  • Fajar dan Senja [SELESAI]
  • FASE
  • Only You
  • Senja Untuk Amara (TAMAT)
  • Jingga di Ufuk Barat
  • FAJAR- The Sun After Set

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines