MEMORY
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 3, 2021
"Kalau gak bisa jalan barengan, ijinin gue jalan di jalan gue sendiri. Semua manusia punya jalannya masing masing tapi tempat tujuan yang sama, gue harap sayap gue cepat lengkap gue mau ke tempat itu." BY. Gilang Ariesta "saya luluh karena kamu, tapi saya juga hancur karena kamu." By. Athana Adywijaya From: 3 august 2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAJADAH MERAH [TELAH TERBIT DI LOVRINZ]
  • The Most Wanted Scandal [TAMAT-LENGKAP]
  • Aerilyn
  • Araselly
  • Stres In Life
  • U are
  • JAGRATARA!! (REVISI)
  • Because I Love You | PSY • KYR
  • Where's Home

Diatas dermaga yang langsung menghadap lautan luas, Ate memeluk dirinya dengan tatapan kosong yang mendalam, melihat surya yang sebentar lagi istirahat meninggalkan indahnya senja sore ini. Air matanya menetes membasahi pipi kanannya yang merona bak putri malu yang tersanjung di puji sang pangeran. Hatinya bergumam setelah kembali menilik apa yang telah ia lalui selama ini. Bukankah memang semua sudah berjalan sesuai takdir dan porsinya? Seperti bumi yang selalu berputar pada porosnya? Maka inilah titik terbaik menurut takdir yang harus diterimanya. Seperti bulan yang tidak akan pernah bersama dengan matahari, seperti Mughtis yang berjuang sendiri mencintai Barirah, apakah Athena dan Arthur akan mengulang kisah yang sama? "Tuhan akan menguji kita lewat apa yang kita cintai, lantas apakah Tuhan akan mengambilmu dariku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines