CINTA SEJATI dari Allah

CINTA SEJATI dari Allah

  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 3, 2021
"Nak, ada yang ingin melamar kamu minggu depan" Ucap Umi Sarah kepada Shasa. "Siapa umi?" "Kamu pasti mengenalnya, hanya saja dia tidak ingin umi menyebutkan namanya kepadamu" "Siapa pun itu, jika telah dipilih umi dan abi shasa bersedia, umi" Ucap Shasa dengan yakin. "Alhamdulillah nak, umi senang jika kamu tidak keberatan sama sekali." Umi Sarah memeluk Shasa dengan erat dan terharu. " Iya Umi"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • tentang sebuah rasa
  •  bisikkan di sepertiga malam ku
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Bukan pernikahan paksa (Tamat)
  • arranged mariage becomes love (Shinbi House)
  • Goresan Takdir
  • Arumi
  • Let Me Love You (Complete✔)
  • Bunga Tulip Gus Arkan | TERBIT

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido