Dua Puluh

Dua Puluh

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 3, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Ketika Usiamu Dua Puluh an tahun, apa yang bisa kamu genggam? Cinta? Cita-cita? Tahta? Harta? atau apa? Kau tau? bahkan beberapa orang tidak memiliki apapun untuk digenggap saat usia mereka semakin menua. Mereka tidak punya teman yang bisa memberikan pekerjaan, Mereka tidak punya orang tua yang bisa diteruskan bisnisnya bahkan mereka ada yang tidak memiliki teman bahkan hanya untuk mendengarkan. Tragis bukan? Usia dua puluhan bukan alasan seseorang harus memiliki banyak hal, bukan juga harus sudah menjadi apapun. Dua puluh dan masih tidak menjadi apapun itu tidak mengapa, percayalah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • THAT TIME
  • DUA HATI
  • Because Of You
  • promise ( janji)
  • Distance Between Us
  • Dark or Light??? ✔
  • Adolescent
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines