CLARISSA
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 22, 2022
Semua yang dia miliki perlahan menghilang. Kebahagiaan direnggut paksa dari tangannya. Mereka mengambil segalanya senyum, tawa, tangis bahagia dia tak memilikinya lagi hingga yang tersisa hanyalah tubuh yang hidup tanpa jiwa. Hingga seseorang memberitahunya cara mendapat tawa walau sementara. Seseorang itu memberinya sebuah pil kebahagiaan. dia bilang, 'saat kau meminumnya kau akan lupa pada lukamu, kau akan dibawa terbang hingga yang kau rasakan hanyalah bahagia dan tenang.' Dia percaya, lalu mulai meminumnya. Ya dia merasakan itu, dia lupa akan lukanya dan mulai tertawa saat dia terbang dengan begitu tinggi. Saat efek obat itu hilang dia kembali pada lukanya dan meminum pil itu lagi, lagi dan lagi. Lalu dia tersadar, harus ada harga yang dibayar dari setiap bahagia yang pil itu berikan. dia ingin berhenti tapi tapi semua terlambat, hingga pada akhirnya pil itu membuatnya lebih hancur. Dengan perlahan menggerogoti tubuhnya dan mengambil satu-satunya hal yang dia miliki. ~CLARISSA~ . . .
All Rights Reserved
#7
drugs
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Nayara [ TERBIT ]
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • BINA
  • Memorable
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Misunderstand

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines