Terjebak di Komplek Emak-Emak

Terjebak di Komplek Emak-Emak

  • WpView
    Reads 600
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 12, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Hari-hari Afia bagaikan berada di pasar! Komplek yang ia kira damai dan tentram. Ternyata, menyimpan kehebohan setiap harinya. Tiada hari tanpa teriakan menggelegar, semriwing dendangan dangdut, mulut dan gosip emak-emak yang panas membara, serta tingkah absurd lainnya yang mampu membuat Afia melongo. Tidak ada pilihan untuknya keluar dari komplek itu, Afia terjebak di Komplek emak-emak! BENAR-BENAR TERJEBAK!!! DISCLAIMER This is a work of fiction. Unless otherwise indicated, all the names, characters, businesses, places, events and incidents in this book are either the product of the author's imagination or used in a fictitious manner. Any resemblance to actual persons, living or dead, or actual events is purely coincidental.
All Rights Reserved
#509
gokil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • La Lune Attire ✓
  • Noah's Papa [COMPLETED]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Love Enemy!
  • KELAS ABSTRAK
  • Esya {TERBIT}
  • ARABELLA [Hiatus]
  • The Red Hair, A Thief and Dragons (Terbit di Penerbit Haebara)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines