Winter with Mommy

Winter with Mommy

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 7, 2021
Papa, seorang abdi negara yang sering pergi keluar kota, meninggalkanku dan Mama di rumah. "Adek, jangan pernah buat Mama sedih, ya." Begitu pesan singkat Papa padaku. Rindu ingin bertemu, bermain bersama seperti teman-teman yang lain. Berkat Mama, aku tak lagi bersedih. Wanita itu selalu berhasil menenangkan dan menghiburku. Senyumnya tak pernah pudar, sangat cantik. Namun, suatu saat kenyataan besar menimpa keluargaku. Sejak saat itu, Mama menjadi wanita yang pemurung, tak pernah kulihat lagi senyumnya yang indah nan manis itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Satu keinginan Mama yang kutau. Dia pernah berkata, "Mama pengen banget ke sini bareng kamu dan Papa." Mama menunjukkan sebuah gambar berwarna putih di layar ponselnya. Apa itu? Yang kulihat hanyalah hujan, tapi bukan hujan air yang biasanya aku lihat. Ucapan Mama selalu terpatri di benakku, suatu saat 'kan kubantu Mama mewujudkan itu. Namun, bagaimana caranya?
All Rights Reserved
#57
sky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤
  • Mama! [✔️]
  • LANGIT END
  • MENYAKITKAN (Freya)
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Apabila Mama Pergi [✅]
  • Yang Terlupakan
  • Semesta untuk sean
  • DIA ADALAH NAJA
  • Misteri- US

"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."

More details
WpActionLinkContent Guidelines