We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend

  • WpView
    Reads 6,947
  • WpVote
    Votes 345
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 8, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Dengan lo menghindari ,sama aja lo bikin masalah baru "Ucap Febri menyegerai saat melihat Ana menghindarinya . ~~~ "Dasar Monyet Posesif!!!"Teriak Ana yang tidak dihiraukan Febri. ***************************************** PERHATIAN! (Cerita ini mengandung beberapa kata kasar , bahasa gaul dan kekerasan . Mohon kebijakan dalam membaca ). TIDAK BOLEH ADA PLAGIAT , DALAM BENTUK APAPUN!!. Cover cerita ini berasal dari pinterest ya , bukan buatan sendiri. Untuk bagian broken and sad di part tengah guys, bukan diawal .Part puluhan mungkin ya, itu masih rencana . Tentang guncangan LDR . Jangan lupa untuk vote dan foloww untuk para readers. Selamat membaca 🥰.
All Rights Reserved
#21
febri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possessive and Psycho Boyfriend [REPOST]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Sejenak Luka
  • ALTHA
  • ANTARA
  • BAPER [COMPLETED]
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • JUST VIRTUAL (END) TERBIT
  • Paradise

Follow sebelum membaca "Keluarlah, Sayang! Percuma kau bersembunyi, aku akan menemukanmu!" Febri menendang meja tempat persembunyian Vani dengan kuat hingga membuat meja itu jatuh memporak porandakan hati Vani yang bergemuruh. "Ketemu juga." Vani menjerit kesakitan kala Febri mencengkram bahunya dengan kuat. Rasanya bahu itu hampir copot. Ia memberontak tapi tak mampu membuat cengkraman Febri mengendur. "Mau kabur ke mana lagi? Kamu nggak bakal bisa kabur, because you're mine, Baby ...." Air mata Vani tumpah, ingin menjerit meminta bantuan tapi mulutnya terasa terkunci begitu rapat melihat tatapan mematikan dari Febri. "Sakit, Feb. Lepasin! Ini sakit ...." Gadis itu merintih dengan tangis kian menderas. "Oh, ternyata cengkramanku ini menyakiti gadisku yang bandel. Baiklah karena aku menyayangimu aku akan melepasnya, tapi pilih dulu hadiahmu, Sayang! Pisau atau silet?" Rasanya Vani ingin mati saja. Pilihan yang laki-laki itu berikan tidak ada baiknya. Keduanya sama-sama begitu menyakitkan. Vani tak tahu harus memilih yang mana. "Feb ... aku mohon, aku minta maaf." "Aku terima maafmu, tapi jawab dulu. Kamu mau hadiah menggunakan pisau atau silet?" Published 3 September 2020 - 14 April 2021 Part masih lengkap

More details
WpActionLinkContent Guidelines