"Ren lo bisa kesini? Soalnya gue sakit Ren"ucap Ananta dibalik ponselnya
"Mmm... Tapi nan aku lagi dibandung"balas Arenta dibalik telponnya
"Pliss Ren disini nggak ada yang ngerawat gue, ortu gue pergi keluar kota"lesu Ananta
"Yaudah aku Otw pulang"ucap Arenta
~~•
"Nan, aku lagi nggak enak badan, kamu bisa datang ke apart aku nggak?"lesu Arenta disebrang sana
"Maaf Ren, gue lagi ngedate bareng Angela malam ini, gimana kalau pulang nanti aja gue langsung kerumah lo" ucap Ananta dibalik telpon dirinya
"Ohh yaudah nggak papa kok, kamu nggak usah apart aku aja kalo kamu sibuk, aku juga minta maaf ya ganggu date kamu sama Angela"hela napas Arenta
"Ohh ok, gws ya!!"
~~~•
"Broo bagi gue lu keterlaluan banget sama Arenta, masa lo setiap ada masalah dateng ke Arenta sedangkan kalo lo bahagia lo lupa sama Arenta dan lebih memilih sama Angela, lo inget setiap lo ada masalah sama Angela lo datang ke Arenta, setiap lo sakit lo minta dirawat sama Arenta, tapi pas lo udah bahagia lo malah pergi berduaan bareng Angela. Gue tanya emang waktu lo sakit, Angela ada nggak disamping lo atau waktu lo terpuruk, nggak kan cuma Arenta lah yang buat lo semangat lagi. Tapi apa yang lo lakuin ke Arenta, lo malah jadiin dia plampiasan semata lo, dia cewe men, dia juga berhak bahagia, hidupnya bukan tentang lo doang, masih banyak masa depan yang harus dia capai"jelas Radit membuat Ananta terdiam seketika.
Cocokah Ananta bersama Arenta? Atau malah Arenta bukan jodohnya malah Arenta menemukan kisah cinta lainnya bersama lelaki lain? Yuk baca yuk, masukin keperpus kalian!!
______________
[Maaf bila terdapat kesamaan nama tokoh ataupun tempat!! Karna hal tersebut tidak disengaja!! Dan ini fiktif hanya untuk hiburan semata untuk para pembaca!! Jadi mohon dimaklumkan!! Happy Reading gays!!]
Cover ib: Pinterest and Canva
Wattpad by: Anggunmrzpst_
"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya.
Malaikat Izrail..
Takjub atau takut?
Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya.
"Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms?
________
Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal.
kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki.
dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu.
Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh?
walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan?
percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya.
Amazing cover by : @rcover_ed
******* cerita pertama, semoga suka😊*******